Kamis, 11 November 2010

Mengapa Gelembung Sabun Cenderung Berbentuk Bulat?

Coba kamu bayangkan bagaimana seandainya gelembung sabun tersebut berbentuk persegi. Gelembung-gelembung bundar berbentuk bola, terbentuk karena adanya suatu gaya tarik menarik yang disebut dengan tegangan permukaan yang menarik molekul-molekul air sekuat mungkin untuk membentuk kelompok-kelompok.



Dan pengelompokan yang sekuat mungkin antara sejumlah partikel hanya mungkin terjadi apabila mereka membentuk sebuah bola. Diantara semua bentuk yang ada seperti kubus, piramida, dan sebagainya, hanya bentuk bola atau bundar yang memiliki luas sebelah luar paling kecil.

Ketika kamu meniup air sabun dari sebuah pipa kecil, maka tegangan permukaan air akan mencari luas permukaan yang paling kecil. Maka kemudian terbentuklah bola.



Cobalah untuk meniupkan lebih banyak udara ke dalam gelembung air sabun tadi, maka yang terjadi adalah air sabun akan terus memperluas permukaannya untuk menyeimbangkan tekanan dari dalam.

Tetapi permukaannya akan semakin tipis karena memang persediaan air memang terbatas, sehingga pada suatu titik tertentu tegangan tadi tidak sanggup lagi untuk menahan tekanan udara dari dalam dan membuatnya menjadi pecah.



Lalu mengapa kita harus menggunakan air sabun untuk membentuk gelembung? Air sabun mempunyai khasiat khusus mengurangi tegangan permukaan air. Zat pembersih ini membuat tegangan permukaan air cukup elastis untuk dapat ditarik dan dapat diregangkan membentuk wujud tiga dimensi.


Sumber : www.apakabardunia.com
Continue reading →

Bocah ini Tidak Tidur Selama 3 Tahun


Rhett Lamb. Bocah lima tahun ini baru bisa tidur pulas ketika usianya menginjak tiga tahun. Selama tiga tahun awal kehidupannya, ia terus terjaga.

Seperti dikutip dari laman ABC News, putra pasangan Shannon dan David Lamb ini menderita penyakit langka yang menyerang area otak. Dunia medis menyebutnya: chiari malformation.

Itu adalah suatu kelainan di bagian bawah otak yang mengakibatkan posisi otak kecil turun dan keluar dari tengkorak. Kondisi ini membuat bagian otak Rhett yang mengatur emosi, pernapasan, peredaran darah dan rasa kantuk terganggu karena tertekan tulang tengkorak bagian belakang.

Diagnosis itu membuat dokter mengambil keputusan untuk melakukan operasi pengangkatan tulang yang menekan bagian otak Rhett. Dengan jaminan keberhasilan hanya 50 persen, operasi pun akhirnya dilakukan di All Children’s Hospital, St. Petersburg pada pertengahan tahun 2008.

Operasi berhasil. Dua hari setelahnya, Rhett akhirnya bisa tidur nyenyak untuk pertama kalinya. “Saya sungguh tak bisa menahan air mata melihatnya bisa tidur pulas semalam suntuk, saya tak percaya bisa menyaksikan ini semua,” kata Shannon usai operasi putranya.

Tak hanya memulihkan siklus tidur, operasi itu juga membuat emosi Rhett stabil. Sebelumnya, Rhett tumbuh sebagai anak temperamental. “Selama tiga tahun tidak tidur, Rhett selalu rewel, gelisah, murung, marah, tidak bisa bermain dan berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, tak jarang memukuli kami. Sungguh menyedihkan,” ujarnya.

Keberhasilan operasi itu adalah buah dari perjuangan Shannon dan David sejak Rhett masih bayi. Pasangan ini mulai menyimak kelainan itu lantaran Rhett tidak pernah memejamkan mata untuk istirahat. Padahal, umumnya bayi lebih banyak tidur daripada terjaga.

Puluhan dokter yang sempat didatangi pasangan itu sebelumnya tidak mampu mendiagnosis penyakitnya dengan benar. Ada dokter yang mengatakan Rhett menderita autis, tapi ada yang membantah diagnosis itu. Tapi, setelah melalui berbagai terapi dan uji medis, penyakit Rhett pun terdeteksi.

Sumber : blog.indojunkers.com
Continue reading →

Aneh, DNA virus HIV bisa jadi Alunan MUsik


Kita sudah tahu bahayanya penyakit AIDS. Namun, mungkin Anda akan kaget jika mendengar alunan nada dari karakteristik DNA penyakit berbahaya ini.

Alexandra Pajak, mahasiswa pascasarjana University of Georgia, menciptakan cara baru dalam melihat kerumitan HIV dengan menggabungkan struktur biologis penyakit tersebut dengan musik.

Selama beberapa bulan, Pajak secara hati-hati mepelajari perbedaan tipe DNA yang membentuk virus AIDS dan mengaransemen ini ke dalam satuan musik untuk masing-masing unsur. Hasilnya, Pajak mampu membuat 17 track lagu dalam album berdurasi 52 menit. Album ini dijuluki ‘Suara HIV’.
Saya ingin menunjukkan semua sifat yang terkandung di DNA HIV, kata Pajak. Ini adalah cara baru bagi setiap orang untuk belajar memahami penyakit ini.

Mahasiswa pascasarjana yang sempat mempelajari musik di Agnes Scott College ini mengatakan bahwa proyek tersebut membutuhkan waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya. Ia ingin menyusun terjemahan musik paling akurat dalam menggambarkan kode genetik HIV.

Pajak mengatakan bahwa ia pertama kali mendobrak nukleotida dasar di dalam DNA, secara singkat diberinama ilmiah A, C, T dan G. Untunngya, ini dapat dimanfaatkan dalam menentukan skala musik.

Ada banyak logika yang terlibat, ujar Pajak. Ia juga membuat nada bagi 20 asam amino dan protein sebagai skala A-minor. “Ketika Anda mendengar musik ini maka Anda benar-benar mendengar seluruh genom yang terdapat di virus HIV. Ini sangat menyenangkan,” kata Pajak lagi.

Ia menulis dan menciptakan seluruhnya pertama kali di nada klasik keyboard. Selanjutnya, ia meminta band instrumental Sequence Ensemble untuk membuat musik akhir. Band ini memanfaatkan piano, fluet, klarinet dan beberapa alat musik lain.

Sumber : blog.indojunkers.com
Continue reading →

Serangga Terpanjang di Dunia Ada di Kalimantan


SERANGGA terpanjang di dunia ternyata ditemukan di Pulau Kalimantan. Serangga berbentuk batang ini ditetapkan sebagai serangga terpanjang di dunia oleh ilmuwan asal Inggris.

Spesimen tersebut ditemukan oleh warga setempat dan diteliti oleh naturalis amatir Malaysia, Datuk Chan Chew Lun. Serangga unik ini kemudian diberi nama Phobaeticus Chani atau Chan’s megastick.

Paul Brock dari Natural History Museum di London mengatakan bahwa ini adalah jenis serangga terpanjang yang pernah ditemukan selama ini. Bentuknya menyerupai pensil kurus dari bambu, panjangnya sekitar 22 inchi, dan panjang tubuh sekitar 14 inchi.

Apakah kehebatan serangga itu? Serangga ini punya kemampuan untuk berkamuflase untuk membela diri. Selain itu, dia juga bakal menyemprotkan cairan beracun untuk melawan predatornya.

Sumber : blog.indojunkers.com
Continue reading →

Rabu, 10 November 2010

Hal - hal Menakjubkan yang terjadi di Antartika

Raja Pinguin


Raja Penguin di pantai salju pegunungan tinggi Georgia Selatan.

Kombinasi Aurora Borealis, senja dan Ursa Mayor



Desember 1965: Tiga US Navy



29 percakapan membahas untuk mendorong gunung es laut untuk membersihkan saluran yang mengarah ke McMurdo Station, Antartika. Kapal tersebut, urutan dari kiri ke kanan: U.S.S. Burton, U.S.S. Atka dan U.S.S. Gletser. Kredit: Thomas W. Arthur, Arsip Hulton.

Nov 1956: Sir Edmund Hillary, Selandia Baru



Nov 1956: Sir Edmund Hillary, Selandia Baru. Pendaki gunung dan penjelajah, pelatihan untuk ekspedisi Antartika di gletser Tasman dengan salah satu anjing nya. Kredit: Badan Tekan topikal.

Kapten Robert Falcon Scott (1868-1912)



1912: Penjelajah Antartika Kapten Robert Falcon Scott (1868-1912) Warga Inggris, yang tewas dengan timnya di Kutub Selatan. Foto: Arsip Hulton.

Snow cat



1952: Sebuah snowcat seimbang huyung di atas celah, selama Ekspedisi Trans-Antartika. Kredit: Foto Fox.

Kapal Anti-perburuan Paus



kapal Anti-perburuan paus, Hunter Robert dan Mowat Farley menghadapi kapal penangkap ikan paus Jepang Kaiko Maru Feb 12, 2007 di laut lepas Antartika. Para aktivis dari Sea Shepherd Conservation Society Jepang telah melakukan penangkapan ikan paus dalam upaya untuk mencegah mereka dari harpooning hingga 850 paus minke dan 10 paus fin selama Desember sampai Maret musim penangkapan ikan paus. Foto milik Sea Shepherd Conservation Society.

Beruang kutub




Sebuah menyelam beruang kutub bawah laut di perairan Arktik.

Desember 2006: Southern Ocean, Antartika



Desember 2006: Southern Ocean, Antartika: Sebuah kombinasi dari lima menunjukkan gambar (dari atas, dan L untuk R) spesies baru Epimeria, sebuah Crustacea 25 mm amphipod panjang sampel dekat Pulau Gajah, seorang laki-laki Antartika pycnogonid bantalan telur-telurnya (seorang marinir relatif jauh dari laba-laba), sebuah teritip Antartika raksasa sampel di ujung Semenanjung Antartika, sebuah raksasa Crustacea Antartika baru amphipod hampir 100 mm milik Eusirus genus, dan bintang laut Antartika masih teridentifikasi sampel di daerah tersebut sebelumnya tertutup oleh es yang menunda selama pelayaran Polarstern ANTXXIII-8 B.
Runtuhnya dua gundukan es di Antartika telah terkena ekosistem dasar laut besar dan beragam, termasuk spesies krustasea dan anemon laut yang belum pernah diidentifikasi. Wawasan ke dalam dunia yang tersembunyi laut Antartika telah datang dari pecahnya A dan rak es Larsen B, 12 dan lima tahun yang lalu masing-masing gunung es besar yang telah terbentuk. Foto kredit: Cedric d'Udekem d'Acoz, AFP.

Gurita




Gambar menunjukkan gurita Antartika (Paraledone turqueti). Foto kredit: Elaina Jorgensen, AFP.

Kotak dengan sampel kristal es



Foto ini diambil 27 Januari 2007 menunjukkan kotak dengan sampel kristal es disimpan dalam sebuah gua pada penelitian Concordia Franco-Italia stasiun, bertengger di atas Dataran Tinggi Antartika, dua kilometer di atas permukaan laut. Di sini para ilmuwan berkumpul di dingin ekstrim untuk memeriksa lapisan ozon habis beberapa kali sehari. Kredit: Guy Clavel, AFP.

Senja langit dengan Aurora Borealis





















































Sebuah film slide 120 scan dari The Northern Lights.
Senja langit dengan Aurora Borealis.


Kubah Alumunium




23 Mei 2002: The Lights Selatan atas kubah geodesik di National Science Foundation stasiun Selatan Amundsen-Scott Kutub. Kubah aluminium telah ditempatkan bangunan stasiun utama sejak 1970-an. Foto: Jonathan Berry, AFP.

Pandangan lebar menampilkan gambar yang dirilis oleh tim observasi Antartika Jepang, 24 November 2003, dari gerhana matahari diambil dari Fuji Dome, 1.000 km selatan pangkalan pengamatan Jepang di Showa. Ini terlihat sekitar hampir dua menit, namun menunjukkan suatu keajaiban tata surya langka, gerhana total di atas Kutub Selatan. Foto kredit: AFP / Getty Images.

langit antartika



Ilmuwan Herve Trinquet, dari Laboratorium Astrofisika Universitas di Nice menilai kualitas optik langit Antartika di dasar Perancis-Italia Concordia di Antartica. Kredit: Guy Clavel, AFP.

Gunung Es



22 Maret 2001: image NASA mengungkapkan apa yang tampaknya menjadi sebuah celah baru dalam baju besi es Antartika itu. Gunung es besar-to-be ditangkap oleh satelit NASA yang juga pelacakan benua fitur tersembunyi yang membentuk masa depan lembar terbesar di dunia es. Landsat 7, sebuah misi kerjasama antara NASA dan United States Geological Survey menyelesaikan pemetaan kedua benua-lebar tahunan Antartika pada saat itu. Dengan kemampuan untuk melihat fitur sekecil 15 meter, itu memberikan pengamatan paling rinci kemudian tersedia benua terpencil termasuk banyak bagian yang belum pernah dipetakan pada resolusi ini sebelumnya.

Sumber : www.kaskus.us
Continue reading →

Secara Tak Sadar, Mungkin Kita Telah Menelan Makhluk-Makhluk Menyeramkan Ini

Karena ukurannya yang teramat kecil dan susah untuk dilihat dengan kasat mata, kutu-kutu ini seringkali secara tidak sadar terhirup oleh kita melalui udara dan debu yang banyak bertebaran disekitar kita, bahkan beberapa mungkin telah tertelan bersama makanan dan minuman yang ada.


Gambar di atas merupakan gambar dari kutu debu yang biasa hidup di sofa dan sprei tidur.

Semula kita mungkin tidak seberapa kaget atau merasa ngeri kala mendengar bakteri dalam debu yang teramat kecil itu terhirup. Namun yang lebih mengerikan lagi adalah ketika kita lihat bagaimana bentuk mereka sesungguhnya. Pikiran Anda langsung akan teringat gambaran sebagaimana mahluk luar angkasa dan monster-monster ngeri yang menakutkan.


Gambar di atas merupakan foto gambar kutu yang biasa hidup di bulu kucing dan anjing piaraan.

Inilah hasil karya pemenang lomba fotografi sains Steve Gschmeissner yang berusia 61 tahun yang sudah berhasil mengabadikan beberapa kutu debu dan kutu makanan yang sangat kecil ukurannya, dan sangat susah terdeteksi juga terlihat oleh mata telanjang.

Dikutip oleh ruanghati.com dari Daily Mail menyebutkan Steve Gschmeissner mengabadikan mahluk-mahluk mengerikan tersebut dengan kamera yang dilengkapi dengan Microscope zoom yang mampu memperbesar ukuran hingga beratus ratus kali.

Masih menurut Steve Gschmeissner, kutu debu ini biasa tinggal di sofa kursi, gorden kita, sprei dan pakaian serta jaket yang digantung juga boneka-boneka anak kita, mengerikan sekali bukan.

Ternyata sehari-hari kita ditemani oleh mahluk-mahluk horor bak monster ini. Beberapa kutu yang berhasil diabadikan Steve Gschmeissner yaitu kutu makanan, yang biasa tinggal di sereal atau makanan yang tidak dikemas dengan baik.


Gambar di atas adalah Kutu yang biasa hidup di roti dan kue yang tidak dibungkus dengan kemasan yang higenis

Steve Gschmeissner juga berhasil memotret larva lalat hijau alias belatung nampak dari kedekatan dan sangat jelas, wah sungguh mengerikan, persis seperti mahluk alien yang seram dan menakutkan.


Gambar di atas merupakan foto larva lalat hijau (belatung) yang diperbesar hingga 100 x zoom


Yuk mari kita jaga kebersihan baik diri dan lingkungan kita agar senantiasa kita jauh dari mahluk mengerikan yang rentan membawa penyakit ini.

Sumber : www.apakabardunia.com
Continue reading →

8 Eksperimen Tersadis, Dengan Manusia Sebegai Objek Percobaannya

Biasanya yang menjadi objek penelitian alias eksperimen jahat tersebut adalah para budak, tahanan maupun sebuah keluarga. Para peneliti yang dalam hal ini kebanyakan adalah para dokter yang mengorbankan kehidupan seseorang untuk kehidupan orang lainnya.

1. Project 4.1

Project 4.1 adalah perancangan penelitian medis di AS yang dilakukan oleh penduduk Marshall Islands. Mereka diarahkan untuk melakukan tes nuklir dengan cara menjatuhkan bahan radioaktif dari tanggal 1 Maret 1954 di Bikini Atoll, yang ternyata menghasilkan dampak dahsyat yang tak terduga sama sekali.


Setelah satu dekade tes itu dilakukan, efeknya pun mulai nampak dan dikorelasikan dengan tes nuklir itu, yaitu meningkatnya keguguran dan matinya janin sebesar dua kali lipat di 5 tahun pertama setelah eksperimen itu, tetapi kemudian kembali normal lagi.

Setelah 10 tahun, efek-efek lainnya bermunculan, anak-anak mereka menderita kanker Thyroid. Departemen Energi mengatakan bahwasanya penduduk Marshall ternyata dijadikan objek dalam percobaan tersebut.


2. Project MKULTRA

Project MKULTRA atau MK-ULTRA adalah kode untuk program penelitian mind-control (pengendalian pikiran) yang dilakukan CIA, yang dimulai pada tahun 1950an dan dilanjutkan hingga akhir 1960an.


Banyak yang mempublikasikan bahwasanya proyek itu dengan sembunyi-sembunyi menggunakan berbagai macam obat-obatan, untuk memanipulasi mental individual dan mengubah fungsi otak.

Eksperimen ini menggunakan LSD (sejenis obat-obatan) yang diberikan kepada pekerja CIA, personel militer, doktor, agen pemerintah, PSK, pasien kelainan mental dan anggota lainnya untuk mempelajari bagaimana reaksi mereka. LSD dan obat-obatan lainnya diberikan tanpa adanya studi dan izin. Pelanggaran terhadap Nuremberg Code yang telah disetujui AS.

Usaha untuk “merekrut” objek penelitian yang telah disebutkan di atas pun ilegal, walaupun faktanya obat-obatan yang digunakan telah terdaftar. Pada tahun 1973, Direktur CIA, Richard Helms memerintahkan agar semua file MKULTRA dihancurkan. Sehingga menyebabkan investigasi terhadap kasus ini tidak dimungkinkan lagi untuk dilakukan.


3. The Aversion Project
Tentara apartheid Afrika Selatan memaksa prajurit lesbian dan gay kulit putih untuk menjalani operasi ‘sex-change’ pada tahun 1970an dan 1980an, menghukum mereka dengan cara dikebiri, kejutan listrik dan eksperimen medis lainnya.


Walaupun jumlah pastinya tidak diketahui, ahli bedah dari tentara apartheid memperkirakan sebanyak 900 tentara dikerahkan untuk operasi ini sejak 1971 hingga 1989 di rumah sakit militer, sebagai bagian dari program top secret untuk menumpas homoseksual.

Psikiater tentara dibantu oleh pemimpin agama setempat dengan agresif “menguber-uber” tentara homoseksual, mengirim mereka satu per satu menuju unit psikiater militer. Bagi yang tidak bisa diobati dengan obat-obatan, shock terapi, pengobatan dengan hormon, dan maka akan dikebiri atau diganti alat kelaminnya.


4. North Korean Experimentation
Telah banyak yang melaporkan bahwa adanya eksperimen manusia terjadi di Korea Utara. Laporan kekejaman HAM ini menunjukkan adanaya kesamaan dengan eksperimen yang dilakukan oleh Nazi dan Jepun pada saat PD-II.


Dugaan kekejaman HAM ini ditolak oleh pemerintah Korea Utara, yang mana mereka mengklaim bahwasanya tahanan di sana diperlakukan secara “manusiawi”.

Bekas tahanan wanita mengatakan bahwa di penjara, 50 tahanan wanita yang sehat dipilih dan diberikan daun kol yang beracun, mereka harus memakannya walaupun mereka menolaknya dan menangis karena dipaksa. Kesemuanya dalam waktu 20 menit meninggal setelah muntah dan buang-buang air besar disertai darah. Jika menolak untuk memakan daun kol itu akan menyebabkan keluarga mereka yang akan jadi sasaran.

Kwon Hyok, bekas kepala keamanan di Camp 22, menjelaskan adanya laboratorium yang dilengkapi dengan gas beracun, gas untuk membuat mati lemas dan eksperimen “darah” dari 3 atau 4 orang, mungkin satu keluarga yang dijadikan bahan eksperimen.



Setelah menjalani pemeriksaan medis, bilik kemudian ditutup rapat dan racun diinjeksikan lewat sebuah tabung, dan para “ilmuwan” kemudian mengobservasi apa yang terjadi lewat kaca.

Kwon Hyok mengatakan dia telah menyaksikan sendiri bagaimana satu keluarga yang terdiri dari satu ayah, satu ibu dan satu anak yang mati gara-gara gas, saat itu orang tuanya mencoba menyelamatkan nyawa anaknya dengan cara bernafas lewat mulut, walaupun ternyata itu sia-sia.


5. Poison laboratory of the Soviets
Laboratorium Racun (The Poison Laboratory) Sovyet yang sangat rahasia juga dikenal dengan nama Laboratory 1, Laboratory 2 dan “The Chamber”, yang merupakan fasilitas penelitian dan pengembangan racun milik agen polisi rahasia Sovyet.


Mereka mengetes sejumlah racun mematikan dengan objek para tahanan dari Gulag (musuh masyarakat). Racun tersebut antara lain gas mustard, ricin, digitoxyn dan lain-lain.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan zat kimia yang tak berasa dan berbau yang tidak bisa terdeteksi oleh alat-alat tertentu. “Kandidat” racun diberikan kepada korban, lewat makanan dan minuman mereka, sebagai “obat”.

Dan berdasarkan testimoni para saksi mata, korban kemudian berubah secara fisik, mereka menjadi lebih pendek, cepat lelah, tenang, diam dan akhirnya mati dalam 15 menit. Mairanovsky menggunakan berbagai macam kondisi untuk para korbannya untuk mendapatkan gambaran yang berbeda-beda dari tiap racun.


6. The Tuskegee Syphilis Study
The Tuskegee Syphilis Study (penelitian Siphillis Tuskegee) terhadap pria Negro merupakan penelitian klinis yang dilakukan pada tahun 1932-1972 di Tuskegee, Alabama, AS, yang mana sebanyak 399 pria Afro-Amerika miskin (ditambah 201 orang - kelompok kontrol yang tidak mengidap siphillis) yang merupakan petani dan beberqapa mengidap siphillis.



Penelitian ini kemudian menjadi kontroversial karena dilaksanakan tanpa adanya perlindungan HAM terhadap objek penelitian. Mereka yang didaftarkan di penelitian ini tidak diberikan informasi mengenai hasil diagnosa terhadap mereka, dan termasuk persetujuan untuk dijadikan bahan penelitian.

Bahkan mereka dikatakan memiliki darah yang kotor “bad blood” dan diiming-imingkan mendapatkan perawatan medis, kendaraan antar menuju klinik, makanan dan asuransi kematian.

Pada tahun 1932, ketika penelitian ini dimulai, standar pengobatan untuk pengidap siphillis yang digunakan sangat beracun, berbahaya dan efektivitasnya dipertanyakan. Sebenarnya lebih baik para pasien pengidap penyakit kelamin tersebut tidak ikut serta dalam penelitian berbahaya ini.

Di penghujung penelitian ini, hanya 74 orang yang tetap hidup. 28 meninggal langsung karena siphillis, 100 karena komplikasi, 40 istri mereka tertular penyakit ini, dan 19 anak mereka terlahir terkena penyakit siphillis bawaan.


7. Unit 731
Unit 731 merupakan penelitian biologi dan kimia rahasia dan merupakan unit pengembangan tentara imperial Jepun yang melakukan penelitian maut dengan objek manusia selama perang Sino-Japanese kedua (1937-1945) dan PD-II. Penelitian kontroversial ini bertanggung jawab atas adanya kriminalisasi dalam perang yang dilakukan oleh serdadu Jepun.



Sejumlah kekejaman tersebut dilakukan atas komando dari Shiro Ishii, seperti vivisection (pembedahan hidup-hidup) termasuk di dalamnya dilakukan terhadap ibu hamil yang dihamili sendiri oleh dokter bedahnya, amputasi anggota tubuh para tahanan, pengangkatan bagian tubuh, membekukan bagian tubuh tersebut, dan kemudian mencairkannya kembali saat ingin diteliti. Manusia juga dijadikan objek tes granat dan pelempar api.

Shiro Ishii

Para tahanan diinjeksikan virus penyakit, untuk penelitian vaksinasi, dan melihat bagaimana efeknya. Tahanan pria maupun wanita diinfeksikan penyakit siphillis dan gonorrhea (penyakit kelamin) lewat permerkosaan dan kemudian diteliti. Hingga akhir hayatnya, Ishii belum pernah dipenjara atas kekejaman yang telah dilakukannya dan meninggal di usia 67 tahun karena kanker tenggorokan.


8. Nazi Experiments
Penelitian Nazi merupakan eksperimen medis terhadap banyak orang yang dilakukan oleh rezim Nazi Jerman di kamp konsentrasi selama PD-II. Di Auschwitz, di bawah arahan Dr. Eduard Wirths, menyeleksi penghuni kamp untuk dijadikan bahan penelitian untuk menolong personel militer Jerman, untuk memberikan pertolongan pengobatan terhadap personel yang terluka.



Eksperimen terhadap anak kembar di kamp konsentrasi juga dilakukan untuk meneliti bagaimana persamaan dan perbedaan genetik mereka, dan untuk melihat bagaimana tubuh manusia bisa “dimanipulasi”.

Pimpinan pusat eksperimen adalah Dr. Josef Mengele, yang melakukan eksperimen terhadap lebih dari 1.500 tahanan kembar, yang hasilnya kurang dari 200 orang yang bisa bertahan hidup.

Mereka diatur berdasarkan umur dan jenis kelamin dan menempatkan mereka di barak selama tes. Mata mereka diinjeksikan zat kimia yang berbeda untuk melihat perubahan warna yang terjadi.

Dan pada tahun 1942 Luftwaffe memimpin eksperimen untuk mengetahui bagaimana pengobatan hypothermia (penyakit karena kedinginan). Para objek penelitian yang dalam hal ini manusia dimasukkan ke dalam tanki berisi air es selama lebih dari 3 jam dan mereka melihatnya dari atas. Penelitian lainnya menempatkan para tahanan telanjang di tempat pendingunan selama beberapa jam.

Di antara Juli 1942 hingga September 1943. Eksperimen untuk menginvenstigasi efektivitas dari sulfonamida, agen antimikrobial sintetis, yang dipimpin oleh Ravensbruck. Luka pada objek manusia diinfeksikan bakteri Streptococcus, gas gangren dan tetanus.

Sirkulasi darah dihentikan dengan cara memutuskan pembuluh darah di dekat luka untuk menciptakan kondisi yang sama di peperangan. Infeksi makin ditingkatkan dengan cara memasukkan serbuk kayu dan serbuk kaca ke dalam luka. Infeksi kemudian diobati menggunakan sulfonamida dan obat-obatan lainnya untuk membandingkan efektivitasnya.

Sumber : www.apakabardunia.com
Continue reading →

Daftar Blog

Download Movie, Musik,
Template free
Photobucket


>

Followers